Reboisasi Gratis Oleh Primata
Longsor dan banjir yang terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jember, dan Situbondo, Jawa Timur pada awal tahun 2006 cukup mewakilkan keadaan hutan di Indonesia yang semakin buruk. Longsor dan banjir merupakan bencana alam yang berawal dari gundulnya hutan. “Untuk memenuhi kebutuhan hidup” begitu alasan yang kerap terdengar. Masyarakat lokal membabat hutan untuk dijadikan ladang tanpa memikirkan bahwa ada makhluk hidup lainnya yang juga terbabat hak hidupnya. Hewan, salah atunya adalah primata, adalah yang paling merana dan terusik hidupnya.
Manusia boleh jadi tidak peduli dengan primata, tapi tahukah Anda bahwa mereka memiliki peran penting dalam kelestarian hutan? Primata, hewan yang 60% makanannya berupa daun yang muda dan 25% memakan buah dan biji, dapat membantu usaha reboisasi. Bayangkan saja, jika satu ekor primta dalam sehari memakan 5 buah biji dan dalam gerakannya berayun di seluas daerah jelajahannya, 2 dari biji tersebut ada yang terjatuh ke tanah maka biji itu akan tumbuh menjadi anakan pohon. Jika dari 2 biji yang terjatuh itu kemungkinan untuk tumbuhnya 50% maka akan ada 1 anakan pohon yang ditanam oleh primata setiap harinya dan 30 anakan pohon dalam 1 bulan. Itu hanya dari 1 ekor primata saja yang diasumsikan hanya memakan 5 biji dalam sehari. Mengingat 25% makanannya adalah buah dan biji, besar kemungkinan mereka memakan lebih dari 5 biji dan kemungkinan juga lebih dari 2 biji yang terjatuh. Inilah reboisasi yang paling efektif dan gratis dari primata. Bandingkan dengan program reboisasi pemerintah yang memakan dana besar dari kas negara dan belum tentu efektif!
Dengan memakan biji, primata membantu menanam anakan pohon di dalam hutan. Dengan memakan daun, primata dapat memperkcil terjadinya bencana tanah longsor dan banjir. Bagaimana tidak, daun yang dimakan primata hampir sebagian besar merupakan daun yang muda. Oleh karena itu, primata lebih suka memetik pucuk-pucuk pohon saja. Sudah menjadi sifat yang alamiah, jika pucuk pohon dipetik maka akan tumbuh lebih banyah pucuk pohon yang baru. Pucuk baru inilah yang akan menambah lebatnya kanopi hutan. Dan sudah bisa dipastikan, kanopi hutan yang lebat dapat menahan derasnya tetesan air hujan sehingga tidak sampai mengikis lapisan tanah yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Namun, reboisasi ini hanya bisa tetap berlangsung selama populasi primata tidak terganggu., baik oleh pembalakan maupun perburuan liar. Hal inilah yang menuntut kesadaran dari semua pihak untuk tetap menjaga kelestarian hutan beserta ekosistemnya.
[Volunteer | Isna]
|